RAHASIA SUKSES BUDIDAYA SISTEM TETAS

RAHASIA SUKSES BUDIDAYA SISTEM TETAS


Hasil gambar untuk PENETASAN TELUR WALET
Add caption
Burung walet merupakan burung pemakan serangga yang suka meluncur. 
Ciri-ciri burung ini adalah, warnanya hitam atau gelap, terbangnya sangat cepat, lalu tubuhnya berukuran sedang dan mempunyai sayap yang berbentuk sabit, sempit dan runcing. 


Kaki burung walet ini juga sangat kecil begitu juga dengan paruhnya. Uniknya lagi, walet ini merupakan jenis burung yang tidak pernah hinggap di pohon. 

Meskipun pemerintah China sempat melarang impor sarang walet dari Indonesia, namun kini eksport sudah mulai menggeliat kembali.  

Nah, bagi Anda yang ingin memulai bisnis burung walet ini, ada baiknya Anda menyimak cara-cara budidaya walet berikut ini.

Bentuk dan Konstruksi Gedung Walet

Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar dengan yang bervariasi mulai dari 10×15 m 2 hingga 10×20 m 2. 

Semakin tinggi gedung, semakin disukai burung walet. Rumah walet ini tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. 

Disarankan tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan pada bagian luarnya campuran dari semen. 

Lalu, untuk bagian dalam tembok gunakan campuran dari pasir, semen an kapur. Karena, bahan-bahan tersebut mampu mengendalikan dan mengatur suhu serta kelembaban udara.

Gedung walet juga perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat atau bersarang.

Memilih Telur Walet

Telur yang bisa dipanen dengan kualitas terbaik terdiri dari 3 macam warna, yaitu merah muda atau telur yang baru keluar berumur 0–5 hari, putih kemerahan yang sekitar berumur 6–10 hari, putih pekat kehitaman atau telur yang mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.

Telur walet yang bagus berbentuk bulat panjang dengan ukuran 2,014×1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik juga harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. 

Selain itu, telur tetas yang baik memiliki kantung udara yang relatif kecil, stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur juga terletak di tengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah. Untuk mengetahui kualitas telur tersebut bisa dilakukan dengan peneropongan.

Penetasan Telur Burung  Walet

Cara menetaskan telur walet bisa dilakukan di sarang burung sriti. Hal ini bisa dilakukan di musim bertelur burung sriti tiba. 

Caranya yaitu telur sriti diganti dengan telur walet. Pengambilan telur ini harus menggunakan sendok plastik atau kertas tisue untuk mengantisipasi kerusakan dan pencemaran telur yang bisa menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur ini sebaiknya dilakukan pada siang hari ketika burung sriti keluar gedung mencari makan.

Perawatan Ternak Walet

Anak burung walet yang baru menetas tidak mempunyai bulu dan masih lemah. Anak walet yang belum bisa makan sendiri ini perlu disuapi dengan telur semut tiga kali sehari. 

Selama 2 sampai 3 hari anak walet ini masih membutuhkan pemanasan yang intensif dan stabil sehingga tidak perlu telurnya dikeluarkan dari mesin penetas. 

Setelah itu, temperatur bisa diturunkan 1–2 derajat dengan cara membuka lubang udara mesin. Setelah berumur kurang lebih 10 hari ketika bulu-bulu sudah tumbuh, anak walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. 

Kotak ini dilengkapi dengan alat pemanas yang diletakkan di tengah kotak. Kemudian, ketika berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung ketika malam hari, kemudian diletakkan dalam rak untuk pelepasan.

Itulah ulasan mengenai rahasia sukses budidaya walet bagi pemula. Budidaya sarang walet ini bisa berhasil jika cara budidayanya sudah baik dan benar. Maka dari itu, ulasan artikel ini bisa menjadi pedoman untuk memulai budidaya walet. Semoga bermanfaat.

Saya doakan semoga gedung walet milik anda cepat banyak burung waletnya.
Semoga rejeki yang diberikan ALLAH penuh keberkahan.

0 Response to "RAHASIA SUKSES BUDIDAYA SISTEM TETAS"

Posting Komentar