TIPS UNTUK BUDIDAYA WALET PEMULA BUDIDAYA WALET JINAK


Tips Untuk Budidaya Walet Pemula Budidaya Walet Jinak


Burung walet merupakan spesies burung yang secara alami memang berhabitat di dekat laut. 

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, burung ini dibagian sayapnya meruncing dan pada ekornya cukup panjang seperti garpu. 

Untuk warnanya kepalanya hingga ekornya berwarna hitam di bagian atas dan berwarna coklat pada bagian bawah. 

Untuk habitatnya ia bisa bermigrasi hingga daerah pemukiman, gua hingga ruangan yang besar.

Hal inilah yang menyebabkan dalam budidaya burung walet, pemiliki menyediakan gedung yang besar agar si walet tetap tinggal disana. 

Lalu, bagaimana tips budidaya walet bagi pemula? Jawabannya ada pada ulasan berikut…

Pembibitan anakan

Awalnya, dalam memelihara burung walet Anda harus bisa membeli telur burung walet yang tersedia dipasar dengan kualitas yang cukup diakui. 

Setelah itu, Anda juga bisa membelinya juga di pasar onine dengan harga yang memang tidak terlalu mahal. 

Biasanya untuk 30 buah telur, Anda bisa membeli dengan merogoh kocek yang sangat terjangkau. namun, harga ini sesuai dengan daerah dimana Anda membelinya.


Pengembangan Rumah Walet

Setelah Anda membeli telur walet, maka Anda harus meletakkan telur waletnya di tempat yang sudah di modifikasi dengan memberikan pla aluminium yang bisa diletakkan di sudut atap yang biasanya burung walet menyukai plat aluminum untuk membuat sarang. 

Dalam peletakan telur ini, diharuskan untuk hati-hati dan menggunakan tangan yang sudah diusapkan kotoran maupun sarang burung walet agar bau manusia bisa hilang dan si walet tak menyadari.

Syarat Lingkungan Kandang

Syarat lingkungan rumah walet yang cocok yaitu ditempatkan pada tempat yang jauh dari keramaian, kemudian dengan suhu yang ada sekitar 24 C -26 C. 

selain itu, usahakan kondisi kandang mempunyai ventilasi udara dan jendela yang cukup agar si walet juga bisa masuk. Tak hanya itu, untuk kelembaban udara juga harus sekitar 80%-95%.

Persiapan Kandang Rumah Walet

Untuk ukuran rumah kandang dibutuhkan sebuah bangunan gedung besar dengan berbagai ukuran luas mulai dari 10 x 15 m sampai 10 x 20 cm. 

Dalam ukuran rumah walet, semakin tinggi dan semakin jauh jarak antara plafon, makan rumah walet ini semakin baik karena cukup disukai burung walet.

Penetasan Telur Walet

Mengenai penetasan, burung walet yang baru saja menetas masih dalam kondisi lemah dan belum mempunyai bulu sehingga dibutuhkan media yang hangat agar bisa memberikan pemanasan. 

Kemudian untuk burung yang masih berumur 2-3 hari belum bisa dikeluarkan dari mesin tetas, namun turunkan 1-2 derajat dalam mesin kemudian membuka ventilasi mesin. Dalam pemberian pakan, anakan walet juga belum bisa makan sendiri. 

Sehingga Anda harus memberikannya dengan disuap berupa pakan kroto sebanyak 3 kali sehari.


Pemanenan Sarang Walet

Dalam panen sarang walet, Anda bisa melakukan berbagai cara. 

salah satu cara yang paling banyak digunakan yaitu panen rampasan, Istilah rampasan disini mengartikan bahwa sarang walet yang siap untuk digunakan bertelur, namun pasangannya belum sempat bertelur. 

Cara ini mempunyai keuntungan karena jarak panen yang cepat, kemudian kualitas sarang walet yang bagus dan total produksi banyak. 

Namun cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak ada peremajaan, cepat lelah, kemudian kualitas menjadi kecil karena air liurnya tidak mengimbangi kecepatan waktu dalam membuat sarang.

Itulah ulasan tentang tips budidaya walet pemula budidaya walet jinak. Bagaimana, berminat untuk budidaya sarang burung walet? 

Jika benar, Anda bisa menerapkan tips-tips yang telah diulas pada artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "TIPS UNTUK BUDIDAYA WALET PEMULA BUDIDAYA WALET JINAK"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel